image1 image2 image3 image3 image3

SELAMAT DATANG PARA PETUALANG | WISATA | KULINER | PROMO | KOMUNITAS | TIPS

Menyusuri Tapal Batas Indonesia di Entikong


Cerita ini diawali tugas dari kantor (worktrip) untuk mendokumentasikan perjalanan saya menuju site (tempat) pembangunan antenna VSAT untuk wilayah Dusun Mangkau, Desa Pala Pasang, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.

Perjalanan saya menjelang hari kemerdekaan Republik Indonesia menuju wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia, dari Jakarta menggunakan pesawat terbang menuju Bandara Supadio Pontianak yang menghabiskan waktu kurang lebih 1.45 menit hingga ke Bandara. Kemudian saya melanjutkan perjalanan menuju Entikong, untuk perjalanan menuju Entikong Anda harus menggunakan armada darat dari mulai naik bus 3/4 dari terminal atau lebih mudahnya menggunakan  travel.

Travel bisa Anda search dulu di Internet Pontianak-Entikong, biasa yang familiar Tiga Saudara namun biasanya kata kuncinya agen taxi bukan travel. Kebetulan saya punya  nomor rekomendasi dari supir travelnya bisa Anda hubungi yakni Abangdul 0812 5740 4044 bilang saja dari Abayamin kebetulan saya sewa mobilnya dari Entikong ke Pontianak termasuk menuju Bandara setelah checkout hotel. Atau bisa Anda telepon agen 0852 4529 8198.

Butuh 5 jam perjalanan dari Pontianak-Entikong belum lagi mobil travel harus mengangkut penumpang terlebih dahulu, jadi bisa bayangkan waktu yang dibutuhkan diluar perjalanan dari Pontianak ke Entikong. Dalam perjalanannya saya ditemani dengan jalan yang mulus melalui jalan Trans Kalimantan jalan utama menuju kabupaten lainnya termasuk Kabupaten Sanggau.

Kalimantan Tak Seperti di National Geographic

Ungkapan yang melintas dalam pikiran saya, pasalnya dari Jakarta saya sudah membayangkan lebatnya hutan Kalimantan Barat saat melintasi jalan Trans Kalimantan dari Pontianak ke Entikong. Namun pada kenyataannya setiap perbatasan kabupaten yang dilewati tak ada hutan lebat dengan pohon-pohon besar yang ada menurut saya hanya perkebunan dan semak belukar yang memang lebat.

Mendekati kota Entikong pun hanya beberapa hutan kecil yang tidak banyak batang pohon yang besar, sepertinya sudah menghilang. Mobil travel menghantarkan saya ke halaman penginapan, perlu diketahui harus pandai-pandai memilih penginapan karena dari mulai yang bagus dan rapi hingga berantakan juga ada namun tidak terlalu banyak penginapan disana tergantung Anda.

Jelang malam hari keadaan kota Entikong tidak begitu ramai cuma beberapa warga yang ingin mencari makan malam termasuk saya, tidak usah khawatir menu disini paling top pastinya masakan padang itu yang mungkin menurut saya istimewa.

Ceritanya saya lanjutkan ke part 2 ya, hari ini lelah sekali untuk menceritakan panjang tapi tidak usah khawatir kalian pembaca setia akan menikmati perjalanan di daerah pedalaman Entikong ke Dusun Mangkau Kalimantan Barat perbatasan negara Malaysia. 

Share this: